Kehidupan Asmara di Seperempat Abad

Kehidupan di usia 25 tahun merupakan hidup yang melelahkan. Orang-orang bilang saat usia 25 Tahun kita akan memasuki "Quarter Crisis Life" yang terus mempertanyakan dan mengkhawatirkan segala yang terjadi dalam hidup. Orang-orang kerap menghujani dengan berbagai pertanyaan yang kita tidak tahu apa jawabannya. Dimulai dari pertanyaan tentang cita-cita dan tujuan hidup yang kita rasakan telah memudar dan berubah sehingga tidak lagi bisa dideskripsikan. Pertanyaan tentang "kapan menikah" yang kita tidak tahu harus menjawab apa sebab pasca berakhirnya hubungan yang telah terjalin bertahun-tahun lamanya justru lebih sulit menemukan orang baru. Pertanyaan tentang apa yang telah didapat selama bekerja justru membuat pikiran semakin meradang. Semakin banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak mampu dijawab, semakin membuat hidup di usia seperempat abad ini semakin menyiksa. 

Bagi aku pribadi, di usia 25 tahun ini banyak hal-hal yang justru membuatku semakin bertanya-tanya. Apa tujuan hidupku, bagaimana masa depan ku, dan yang paling penting siapa jodoh ku. Untuk hal-hal lain dalam pekerjaan mungkin masih bisa aku perjuangkan dan aku tata, tapi untuk jodoh bagaimana? Aku bisa hidup mandiri, tapi aku juga ingin menikah. Akan tetapi setelah putus dari yang terakhir, rasanya aku kehabisan cinta ku sendiri. Dulu 5tahun bersama, aku memberikan dengan sepenuhnya perasaan dan hati ku, investasi perasaan dan hati ku terlalu besar hingga aku kewalahan saat semuanya berakhir. Saat ini, menemukan laki-laki yang tepat dan berkualitas untuk hidup ke depan terasa sangat sulit. Berusaha membuka hati untuk semua orang, tapi kalau ujung-ujungnya orangnya engga tertarik buat apa? Hari ini, aku merasa kehidupan asmara ku melelahkan sekali. Aku bertanya-tanya, untuk apa menyukai seseorang yang bahkan tidak kembali menyukai mu? untuk apa menyukai seseorang yang bahkan tidak menoleh kepada mu? untuk apa menyukai seseorang yang tidak melakukan apapun ke kamu? lalu jika semua nya percuma untuk apa ada rasa suka? jika rasa suka tidak bisa berbalas kenapa tidak dihilangkan saja rasa itu? bukankah hidup akan lebih mudah jika tidak memiliki rasa suka yang berakhir percuma? untuk apa rasa suka hanya hadir di salah satu pihak sedangkan di pihak lain tidak? Semakin banyak pertanyaan yang memusingkan kepala ku. Pada akhirnya, aku hanya ingin mendapatkan sosok laki-laki yang bucin, dan aku pastikan bucinnya pada ku tidak akan sia-sia seperti yang aku alami sebelumnya. Untuk siapapun kelak jodohku, bucin mu pada ku pasti akan berbalas. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kereta Argowilis

Akan ku raih bahagia ku dan masa depanku :D